Milad ke-14 dan Maulid Nabi, Pesantren Al Azka Cisauk Targetkan Jadi Mercusuar Pencetak Hafiz Al-Qur'an
CISAUK – Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka, Cisauk, Kabupaten Tangerang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus tasyakuran milad ke-14 pada Minggu (6/9/2026). Di usia yang ke-14 ini, Al Azka menegaskan komitmennya untuk menjadi mercusuar pencetak generasi penghafal Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Tangerang.
Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Al Azka tersebut dihadiri oleh pimpinan pesantren, para guru, staf, santri, serta para wali santri. Momen ini juga bertepatan dengan hari kunjungan bulanan, sehingga menambah kehangatan silaturahmi antara keluarga besar pesantren dan orang tua murid.
Pimpinan Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Azka, KH Abdul Aziz Mudzakir, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Al Azka. Pesantren ini awalnya dirintis dari sebuah Rumah Qur'an sederhana hingga kini berhasil tumbuh menjadi lembaga pesantren tahfizh yang diperhitungkan di Kecamatan Cisauk.
"Di usia yang masih relatif muda ini, Al Azka memiliki harapan besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan. Kami memiliki satu mimpi besar, yaitu menjadikan Pesantren Al Azka sebagai mercusuar pencetak generasi Al-Quran di wilayah Kabupaten Tangerang," ujar KH Abdul Aziz Mudzakir, Minggu (6/9).
KH Abdul Aziz juga menyoroti tantangan besar dalam mendidik santri agar mampu menghafal Al-Qur'an 30 juz. Ia menjelaskan bahwa proses pembinaan di Al Azka sudah dimulai sejak usia dini melalui tingkat Sekolah Dasar (SD) Tahfizhul Quran Al Azka, yakni pada usia 6–7 tahun (kelas 1 SD). Pada fase krusial ini, pesantren berkomitmen penuh memberikan pendampingan materi pra-tahfizh agar anak-anak siap menghafal secara bertahap dan optimal.

Dalam momentum religius tersebut, pimpinan pesantren turut memanjatkan doa agar para santri diberikan kemudahan dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur'an. Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru serta dukungan penuh dari wali santri yang telah memercayakan anak-anak mereka untuk menimba ilmu di Al Azka.
Rangkaian acara yang berlangsung sederhana namun hangat ini dibuka dengan pembacaan Maulid Barzanji, penampilan bakat dari para santri, dan tausyiah agama. Sebagai puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng secara simbolis sebagai bentuk syukur atas bertambahnya usia pesantren.
Melalui momentum refleksi dua acara besar ini, Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan dilakukan secara menyeluruh mulai dari aspek kurikulum, metode pembelajaran, hingga pembinaan karakter, demi mencetak generasi Islami yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat luas.